Oleh: Muhammad
Rusydi
Apa
yang saya bayangkan dari workshop?
Ketika membayangkan sebuah
workshop tentang penulisan, terbayang suatu proses peningkatan kapasitas
menulis yang mensinergikan antara teori
dan praktek secara simultan. Menulis memang bukan hanya sekedar teori tapi
perlu dibuktikan dalam tindakan nyata. Merangkai huruf demi huruf menjadi kata
lalu dari kata menjadi kalimat yang bermatemorfosis menjadi paragraf sebelum
menjadi sebuah wacana yang enak dibaca.
Menulis merupakan suatu
aktivitas yang kadang-kadang sulit untuk dimulai tapi saat proses menulis
tersebut sudah berjalan maka semuanya akan berjalan dengan baik. Saya teringat
dengan sebuah uneg-uneg teman saat mengikuti akselerasi percepatan penulisan
disertasi di Kota Batu, dia yang tadinya tidak tahu apa yang harus ditulis
ternyata setelah dikompori untuk menulis dengan berani menulis beberapa
kalimat, aneh bin ajaib, dia mampu menulis bahkan tidak tahu bagaimana caranya
berhenti dan menutup tulisannya dengan sebuah rangkaian ide yang koheren dari
awal sampai akhir. Konsekuensiya, keberanian untuk memulai ini yang perlu
ditumbuhkembangkan dengan “kompor” inspirasi sambil dilengkapi dengan kiat-kiat
menulis yang baik.
Membayangkan workshop tersebut
sebagai workshop inspiratif yang mengompori
tentu bukan sekedar asumsi penulis yang hadir sebagai pemanis wacana.
Hadirnya group bimbingan menulis via whatsapp ini adalah refleksi empiris dari
apa yang saya bayangkan tadi. Workshop yang tidak sempat saya hadiri karena
sedang berada di Makassar telah menjelma menjadi kompor yang siap mematangkan
komitmen dari penulis pemula seperti saya yang mungkin tidak sampai pada level
penulis inspiratif tapi masuk dalam kategori penulis terinspirasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar